Kisi – Kisi Residensi & Eksibisi

Efisien, efektif, optimal serta mengupayakan dampak positif terhadap lingkungan alam maupun social ekonomi adalah landasan utama dari KAK secara mendasar dalam bamboo biennale ini mayoritas peserta adalah arsitek, designer produk dan kriya, perajin dan workshop bambu.

Bangunan dan produk diharapakan adalah fungsional dan produk terapan/ aplikatif khusus bangunan disarankan semi permanen atau temporary construction/ knock down construction dikarenakan pameran hanya bersifat sementara. Untuk konstruksi dan sambungan yang sedemikian rupa sehingga pada waktu konstruksi di lepas/dibongkar material utama bambu konstruksi tetap dalam kondisi baik serta bisa digunakan/berdiri kembali.

Apabila ada kecenderungan karya mudah ‘rusak’ maka panitia akan mengusahakan menyediakan bambu bekas pakai, material bambu bekas berdasar yang ada (tersedia).

1. Material bambu

Dari pembicaraan dengan supplier bambu, yang utama dalam penebangan bambu adalah tebang pilih dan menebang pada waktu yang tepat, tergantung dari jenis bambunya.

Bambu yang akan digunakan dalam proses Bamboo Biennale ini mengikuti cara-cara yang biasa dilakukan oleh kesetempatan, cara-cara yang mengutamakan efisiensi, efektifitas dan optimalisasi (local knowledge/local wisdom) jenis bambu yang akan digunakan juga akan sangat bergantung dari ketersediaan dan kesiapan dari bambu yang siap ditebang pilih. Pengawetan bambu akan dilakukan dengan beberapa metode/cara, sesuai dengan jenis bambu, waktu tebang serta fungsinya.

2. Sustainability

Dalam rangka sustainability kegiatan bamboo biennale ini, panitia dapat melelang bangunan yang terbangun serta hasil produksi produk-produk terapan nantinya, disesuaikan situasi dan kondisi pada waktunya nanti, semua hasil lelang akan dipergunakan untuk keberlanjutan kegiatan bamboo biennale berikutnya.

3. Peserta akan diberikan pilihan sentra-sentra kerajinan bambu yang ada di sekitar Kota Surakarta dan diberikan kesempatan dalam 1 (satu) hari kunjungan untuk bersama-sama mengunjungi seluruh sentra-sentra kerajinan bambu sebagai calon partner mereka.

4. Masing-masing peserta mengajukan 2 (dua) pilihan nama sentra kerajinan bambu kepada tim kurator. Tim kurator akan memilihkan satu dari dua nama tersebut.

5. Masing-masing peserta harus berpijak pada kapasitas dan tata cara masing-masing sentra kerajinan bambu.

6. Tiap peserta diwajibkan untuk melakukan assesment/ pandangan terhadap ‘partner’ mereka ,para sentra kerajinan bambu/ workshop/perajin bambu, dan melakukan telaah mengenai apa yang cocok/ dapat dikembangkan dari workshop/perajin tersebut. Apakah ketrampilannya dapat ditingkatkan, atau bahan bakunya cukup, distribusinya dapat mendukung dsb. Perlu ada semacam visioning/ pandangan ke depan terhadap kesetempatan tersebut.

Tiap peserta diwajibkan untuk melakukan assesment/ pandangan terhadap ‘partner’ mereka ,para workshop/perajin bambu, dan melakukan telaah mengenai apa yang cocok/ dapat dikembangkan dari workshop/perajin tersebut. Apakah ketrampilannya dapat ditingkatkan, atau bahan bakunya cukup, distribusinya dapat mendukung dsb. Perlu ada semacam visioning/ pandangan ke depan terhadap kesetempatan tersebut.

7. Para peserta tidak boleh melakukan upaya perancangan sebelum melakukan pengenalan terhadap pihak sentra kerajinan bambu.

8. Proses pelaksanaan dibagi ke dalam 2 (dua) tahap:

Tahap 1
Menghasilkan evaluasi, setelah assessment terhadap perajin/ workshop bambu. Laporan diberikan berupa esai singkat/ tulisan/ slide presentasi singkat berisi analisa SWOT (strenghts, weakness, opportunities, threats) atas sentra kerajinan bambu masing-masing. Masing-masing peserta mengirimkannya pada tim kurator untuk dikomentari/ atau dipresentasikan pada tim kurator dan didiskusikan lebih lanjut. Tim kurator akan memberikan masukan dan dorongan lebih lanjut pada gagasan para peserta.

Tahap 2
Menghasilkan gagasan produk, berikut gambar rencana sampai gambar kerja. Para peserta kembali mempresentasikan/ melaporkan rancangan mereka. Peserta dapat mengajukan lebih dari 1 (satu) usulan produk yang akan mereka buat.

9. Dalam proses assessment maupun implementasi desain dalam pelaksanaan residensi desainer/ arsitek akan dibantu volunteer mahasiswa arsitektur/ desain.

10. Peserta

1. Peserta Undangan residensi dan eksibisi
Peserta yang diundang khusus untuk berpartisipasi dalam kegiatan residensi dan eksibisi bamboo biennale 2014 oleh panitia.

2. Peserta Undangan eksibisi
Peserta yang diundang khusus oleh panitia untuk berpartisipasi dalam pameran/eksibisi produk-produk bambu di bamboo biennale 2014.

3. Peserta terbuka
Pendaftaran peserta terbuka untuk arsitek, desainer produk, desainer interior, artisan kriya, mahasiswa serta kelompok kolaborasi (maksimal 3 orang/kelompok). Peserta terbuka untuk residensi dan eksibisi maupun pada eksibisi saja.
Kepersertaan terbuka akan dipilih dan ditentukan keikutsertaannya setelah disetujui tim curator residensi dan eksibisi.

4. Peserta Volunteer
Pelaksanaan teknis volunteer dimulai dengan calon volunteer mendaftar dengan batasan waktu yang ditentukan panitia, kemudian diseleksi. Mereka yang lolos seleksi akan dikelompokan sesuai kebutuhan. Volunteer diminta melakukan tugas sesuai dengan aturan panitia, yaitu: kehadiran, koordinasi, membuat laporan kelompok untuk harian dan mingguan, menginventaris permasalahan dan solusi yang diberikan.

5. Registrasi

1. Registrasi dapat dilakukan melalui
Email : bamboo_biennale@yahoo.co.id
Facebook : bamboo biennale
Twitter : bamboo_biennale
Website : BAMBOO BIENNALE

b. Satu registrasi untuk satu macam kegiatan berdasar proposal.

c. Peserta diluar undangan harus melakukan registrasi ke pihak Bamboo Biennale

2. Bahasa
Keseluruhan kegiatan, dokumentasi, dan administrasi diinformasikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

3. Tanya Jawab
Semua pertanyaan akan dijawab oleh tim teknis dan kurator.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a comment

Your email address will not be published.


*