Profil Andrea Fitrianto

Andrea Fitrianto bekerja dalam bidang arsitektur bambu, perencanaan komunitas, dan pembangunan urban dalam 15 tahun terakhir. Setelah lulus dari Arsitektur UNPAR pada tahun 2000, Andrea bekerja di sektor privat maupun non-profit, di dalam maupun luar negeri. Pengalaman Andrea, diantaranya pada masa rekonstruksi pasca tsunami di Aceh, advokasi hak akan bertempat-tinggal di Jakarta dan di Surabaya, perbaikan kampung di Davao dan di Yogyakarta, serta kegiatan sektor rural di Kenya. Saat ini Andrea adalah salah satu koordinator Community Architects Network (CAN), sebuah forum bagi arsitektur komunitas dalam lingkup Asia.

Pendidikan :

2010-2011, International Advanced Course in Housing Development, non-gelar, di HDM-Lund, Universitas Lund, Swedia. Judul paper, “Bamboo Material and Technology for Sustainable Communities”

2007-2008, Master of Science dalam Urban Management and Development dengan spesialisasi pada Perumahan/Strategi Pengembangan Lahan, Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), Rotterdam (NL). Judul tesis: “The challenge of comprehensive upgrading: case studies of four Baan Mankong communities in Bangkok.”

1994-2000, Sarjana Teknik Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung. Proyek akhir: “Pusat kebudayaan di Bandung”. Skripsi: “Eklektisisme: Bahasa Arsitektur Posmodern.”

Artikel/Bagian Buku

2010a, “Community Para-architects’ Work in Strenkali” dalam ACHR (Ed.) Design by-with-for People. Asian Coalition for Housing Rights, Bangkok.

2010b, “Milestones of Community Architecture in Indonesia” dalam ACHR (Ed.) Design by-with-for People. Asian Coalition for Housing Rights, Bangkok.

2010c, “Reconstruction of Life in Post Tsunami Aceh” dalam ACHR (Ed.) Design by-with-for People. Asian Coalition for Housing Rights, Bangkok.

2011, “Learning from Aceh” dalam Marie Jeannine Aquilino (Ed.), Beyond Shelter : Architecture and Human Dignity. Metropolis Books, New York.

2013, “Bamboo Bridge : Community-Driven Upgrading of an Urban Informal Settlement” dalam Ulla Giesler (Ed.), Smart City : The Next Generation. Mei 17 – Juli 4, 2013. Katalog Pameran. AEDES, Berlin.

2013, “Community Bamboo Bridge” dalam Sustainable Building Conference 13, 25-26 November 2013. University of Philippines-Diliman and Mapua University, Manila.

2014, “Securing Ownership and the Architect’s Dilemma” dalam Mia Melin and Heidi Moksnes (Ed.), Claiming the City, April 16-17, 2013. Prosiding konferensi. Center for Sustainable Development, Uppsala

Kontributor/penulis pada Architecture in Development (www.architectureindevelopment.org), Rujak Center for Urban Studies, (www.rujak.org), and Arc-Peace Newsletter (www.arcpeace.org)

Konferensi/Workshop/Kerja Lapangan dan Kunjungan Belajar

Dalam delapan tahun terakhir akhir berpartisipasi aktif pada kegiatan-kegiatan dalam jaringan Asian Coalition for Housing Rights – Community Architects Network (ACHR-CAN).

Mei 2009, Preventing Typhoon Damage on Housing in Central Vietnam, DW (FR) and BSHF (UK).

Juli 2008, Kerja lapangan untuk tesis master tentang program Baan Mankong di Thailand.

Maret 2007, Kerja lapangan untuk pengembangan panti asuhan di rural Kenya.

Juni 2006, UN-HABITAT’s World Urban Forum III in Vancouver

Apr. 1999, Simposium Nasional Teori Arsitektur di UNPAR, Bandung.

Dec. 1997, Seminar dengan Arsitek Mario Botta di IAI Jakarta sebagai delegasi mahasiswa UNPAR. Juni 1997, Braga -Tourism Development through Revitalization diselenggarakan oleh UNPAR, Bandung.

Pengalaman Kerja

Arsitek Komunitas di Arkomjogja, Yogyakarta

April 2012 – Juni 2013 (1 tahun). Perbaikan kampung dengan teknologi bambu, Yogyakarta.

Arsitek Komunitas di Homeless People’s Federation Philippines (HPFPI) – Mindanao, Filipina

November 2010 – Januari 2012 (1.5 tahun). Perbaikan kampung dengan teknologi bambu, Kampung Matina, Davao.
Arsitek/Perencana di Urban Poor Consortium (UPC), Jakarta

Oktober 2008– Agustus 2010 (2 tahun). Fasilitasi perencanaan partisipatoris dalam program perbaikan kampung oleh warga di Jakarta dan Surabaya. Serta advokasi bagi warga miskin akan hak terhadap kota (rights to the city).

Arsitek di SK Archplans, Nairobi – Kenya

April 2007 – Juli 2007 (4 bulan). Bekerja untuk studio arsitek privat dengan proyek meliputi fasilitas pendidikan, interior kantor, dan rumah sakit ibu-anak untuk 300 pasien.

Arsitek/Relawan di Watoto Wa Baraka, Makuyu – Kenya

Februari 2007 -Maret 2007 (2 bulan). Terlibat dalam pengembangan panti asuhan bagi anak-anak terkena AIDS di rural Kenya. Sebuah inisiatif lokal untuk pelatihan dan pendidikan bagi kelompok marjinal di desa Makuyu, dekat Thika.

Arsitek/Perencana di UPC/Uplink, Banda Aceh

Maret 2005 – Oktober 2006 (1 tahun 8 bulan). Dalam dua tahun “Program Rekonstruksi oleh Rakyat” membangun 3.500 rumah serta fasum/fasos bagi 24 kampung terkena tsunami di kecamatan Meuraxa, Pekan Bada, dan Jaya Baru. Program ini memenangkan Dubai Best Practice Award 2008, IAI Award kategori Klien-Konteks 2008, dan Finalis BSHF World Habitat Award 2007.

Arsitek/Manajer Studio di Zarwin Cipta Graha, Jakarta

September 2002 – Januari 2005 (2 tahun 5 bulan). Terlibat dalam berbagai penugasan arsitektural terkait proyek rumah-sakit, hunian, perhotelan, perbelanjaan, alih-fungsi, perpustakaan, fasilitas pendidikan, dan bangunan kepemerintahan.

Asisten Arsitek di Cakra Manggilingan Jaya, Jakarta

Februari 2000 –Agustus 2002 (2 tahun 7 bulan). Terlibat dalam berbagai penugasan arsitektural, meliputi proyek peremajaan pasar, fasilitas pendidikan, fungsi-campuran, dan interior kantor.

Relawan di Grup Revitalisasi Kota (GRK) UNPAR, Bandung

April 1996 – Maret 1997 (1 tahun). Relawan/asisten peneliti pada studi kasus revitalisasi kawasan historis Braga.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a comment

Your email address will not be published.


*