Rumusan Hasil Bamboo Biennale 2014

Kesimpulan Residensi Bambu :

1. Residensi berhasil merangkul mahasiswa sebagai simpul penghubung pengrajin dan perancang dengan pola volunteer, dan melengkapi proses pendidikan teoritis di kampus dengan pengalaman praktis

2. Pemberdayaan kepada pengrajin dan perancang perlu ditingkatkan dengan memberikan kesempatan kepada pengrajin untuk menampilkan proses berkarya dan intervensi yang mereka fahami, sejajar dengan paparan perancang terhadap karya residensi pada forum diskusi.

3. Perlu dukungan khusus untuk membangun kolaborasi dalam kesetaraan sehingga muncul inovasi produk dan peningkatan skill yang memberikan nilai tambah kepada pengrajin dan kelangsungan bambu pada penghidupan masyarakat secara umum.

Seminar Bamboo Biennale I :

1. Riset didunia akademik perlu dibangun secara holistik, sejak pengamatan, pemetaan, uji laboratorium, mock up design, uji lab dan pasar, pengembangan industri dan kluster industri rumah tangga dan intervensi publik dan digunakan sebagai referensi sosial budaya terkait kearifan lokal untuk melengkapi pemahaman bambu sebagai benda dan nilai dalam penghidupan masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya bambu.

2. Kolaborasi diantara seluruh pemangku kepentingan dengan dasar keberpihakan pada masyarakat perdesaan menjadi penyangga penting untuk menguatkan budaya bambu dengan muara meningkatkan kualitas alam. Local champion yang tumbuh dengan persistensi dan kontinuitas karya diperlukan untuk menginspirasi pelaku pelaku lain. Untuk keberlanjutan maka gerakan harus dilakukan

3. Kebijakan terpadu secara sistemik dan holistik yang dari pemerintah berdasarkan hasil riset (pola budidaya, pola produksi, pola kluster rumah tangga pengrajin, dan kebutuhan ruang & aksesibiltas yang mendukung interaksi sistemik, untuk industri, produksi, transfer of knowledge dan skill, network ekonomi komoditas)

Panel kelompok : Keseluruhan karya bambu masa kini mempunyai nilai tradisi dan philosofi yang berulang pada karya. Keberlanjutan bambu dipengaruhi oleh pengetahuan tentang karakter, teknologi, ketrampilan yang berbasis riset dari berbagai rumpun keilmuan yang secara spesifik memunculkan potensi bambu disuatu daerah.

Penyiapan data base dan pemetaan bambu (database bambu terkait jenis, bahan, ketersediaan dan kekuatan teknis bambu; ketersediaan pertukangan, jejaring komoditas) di kawasan perdesaan dan perkotaan melalui riset (

terbuka peluang kerjasama lintas prodi dan universitas dengan metoda pengamatan lapangan, uji laboratorium, desk studi secara fokus maupun perbandingan) menjadi input awal bagi langkah inovasi termasuk membangun diversifikasi produk yang menjangkau pasar yang beragam.

Keberlanjutan produksi, perancang dan pengrajin perlu diperkuat dengan kebijakan yang kondusif termasuk melindungi dengan paten rancangan.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a comment

Your email address will not be published.


*