Workshop Bamboo Biennale HOPE

Workshop Bamboo Biennale

mongso panen
Menyelami hutan bambu Tawangmangu, memilih sendiri bambu yang akan digunakan dalam acara Bamboo Biennale HOPE, memberikan respektif lain akan bagaimana sebuah proses material alam untuk menjadi sebuah produk desain. Dibimbing oleh petani bambu lokal, pembelajaran akan bagaimana kultur Jawa mempengaruhi keberlangsungan tanaman bambu.

pasca panen
Kewajiban dari mengambil hasil alam adalah dengan memberi kembali, praktek pembibitan, perawatan rumpun bambu diperlukan untuk memberikan inspirasi bagi khalayak bahwa apa yang kita ambil wajib kita kembalikan.

Pembibitan dilakukan setelah proses panen, dengan memberikan ke warga desa, untuk ditanam kembali di tanah mereka. Hal ini di lakukan untuk mengedukasi partisipan dan warga bahwa praktek pembibitan dan penanaman bambu memiliki nilai ekonomi dan dapat melestarikan alam

pengawetan bambu
Dikenal sebagai material rentan, bambu dianggap material kaum marjinal, dengan workshop pengawetan bambu, maka khalayak akan lebih memahami bahwa bambu dapat memiliki nilai tambah.

Praktek pengawetan bambu dapat dengan alami dan non-alami (kimiawi), partisipan diajak terlibat dalam proses pengawetan bambu.

pembangunan shelter

Dengan semangat Bamboo Biennale 2016 yang mengusung tema “HOPE” dan Shelter sebagai sub tema representatifnya, maka kegiatan workshop pembangunan shelter tidak hanya mengajak para partisipan untuk terlibat langsung dengan pembangungan shelter, namun juga melatih para tukang dan pengrajin bambu lokal untuk lebih tajam intuisi ketukangan bambu

Proyek yang dikembangkan antara lain, Bambu Shelter Eksploratif, Bambu Knock Down Shelter, dan Program kerja sama dengan Bamboo Scholae yaitu Dome Pembibitan Bambu dan Pendopo Creative Hub